

Cirebon Kabupaten,G.-
Pengukuhan Pengurus dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Kabupaten Cirebon masa bakti 2020-2025, telah berlangsung pada selasa (3/11/2020). Acara berlangsung di ruang Gandasari lantai tiga, Kantor Pemerintahan Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Acara tersebut sukses lancar berlangsung sejak pukul 8 sampai dengan selesai pada pukul 12.00 dengan dihadiri oleh Jajaran Pengurus DPP PSI Pusat Jakarta, DPD PSI Jabar Bandung, DPC PSI Kabupaten Cirebon. Hadir juga menyaksikan dan merestui pengukuhan itu unsur Muspida Kabupaten Cirebon, dari Jajaran Bupati,Setda, Kodim TNI dan Polresta.
Letnan Jendral Purn. Yayat Sudrajat,SE selaku Ketua Umum Pejuang Siliwangi Indonesia yang juga berdarah Cirebon dalam penyampaiannya di depan yang hadir memberi nasehat agar bisa menjaga amanah dan marwah Siliwangi. 
Usai pelantikan/ Pengukuhan Pengurus dan anggota DPC PSI Kabupaten Cirebon, Ketua Mustamid menyampaikan kepada media Gelombang dan beberapa media lainnya. “ Yang Pertama kita punya agenda atau program kerja yang akan kita lakukan sebagai organisasasi ormas kemasyarakatan,..ya disamping organisasi yang lain pun tetap akan melakukan kegiatan. Pertama kami akan melakukan konsulidasi,organisasi dan kemudian kami juga akan melakukan safari organisasi yang akan silaturahmi kepada Muspida Cirebon. Pa Bupati, Pa Kapolres, Pa Dandim, Pa Danrem , Pa Danlanal dst, dan kita akan menjalin sinergitas antara komponen bangsa,” tutur Ketua Mustamid,AM.D.,S.Pd,.SH.,MH.
Lebih lanjut dikatakan Mustamid jumlah PAC yang terbentuk dan anggota selain perlunya komunikasi dengan semua pihak. “ Karena disini ada komunikasi yang baik supaya imbang, itu yang akan saya lakukan. Kalau PAC di Kabupaten Cirebon ada 40,cuman yang baru terbentuk ada 17 kecamatan. Setelah ini, beberapa bulan mendatang Insya Allah akan terbentuk kembali di PAC lain. Kalau anggota yang ada di data saya kurang lebih sekitar 300-an,” tuturnya.
Ketika ditanyakan apa yang musti dilakukan yang membedakan Ormas PS dengan Ormas lainnya, Ketua Mustamid menyampaikan, ” yang pertama PS itu Pejuang Siliwangi adalah ormas yang tertua di Indonesia karena didirikan pada tanggal 2 Juli 1922. Pejuang Siliwangi ini adalah cikal bakal adanya Kodam Siliwangi. Garis Perjuangannya sudah mengalami pase. Pertama pergerakan kebangsaan melalui pertempuran melawan Penjajah. PS saat itu merasa prihatin dengan dijajah selama ratusan tahun, baik oleh Belanda maupun Jepang. Dengan dijajah itu yang diwarisi adalah kemiskinan, ketertinggalan kemudian kebodohan. Tiga faktor inilah yang membuat PS konsen. Perjuangan PS bersifat Gerilya. Pada saat era Pemerintahan Orde Baru, PS juga sudah berkiprah dengan ikut melakukan penumpasan G30S PKI Madiun. Pada 10 November 1949 PS ini diberi penghargaan oleh Presiden Soekarno pada saat itu berupa Bintang Gerilya. Nah ..kalau kita bandingkan dengan Ormas-ormas lain, pertama kita lebih dahulu, kemudian diakui oleh negara pada saat itu. Dan sampai sekarang pun, kalau tidak menutup mata PS lah yang sudah menyumbangkan Darma Baktinya kepada Negara. “ tutur Ketua Mustamid.
Lebih lanjut dituturkan ketua Mustamid bahwa saat sekarang banyak dilihat penomena bangsa di TV bisa dilihat semua, prihatin dengan gejolak dibuatnya UU Omnibus Law, UU HIP dst. Dinilai oleh pendemo saat itu merupakan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Hal itu menurutnya perlu diluruskan dan disadarkan.
Ketua Mustamid kedepan berharap,” yang pertama harus bisa menjaga marwah atau masa depan organisasi. Tadi disampaikan bahwa didalam organisasi tersebut ada beberapa larangan-larangan. Contohnya mabok mabokan itu dilarang. Dan kemudian kita tampil beda setiap kegiatan organisasi, kita didahului dengan tawasul. Tawasul kita berdoa kepada Allah mendoakan orang orang yang telah mendahului kita, para Pahlawan yang telah mendahului kita. Jadi artinya ini ada perbedaan dengan ormas yang lain. Kalau ormas lain bisa dilihat sendiri, nah kalau kita tampil beda ada nuansa agamis yang kita sisipkan disini.” Tuturnya.
(Endi)

